{"id":305,"date":"2025-11-28T14:12:10","date_gmt":"2025-11-28T14:12:10","guid":{"rendered":"https:\/\/informasinusantaranews.id\/?p=305"},"modified":"2025-11-28T14:12:10","modified_gmt":"2025-11-28T14:12:10","slug":"ges-akhmad-wiyagus-perempuan-adalah-fondasi-ketahanan-keluarga-asn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/informasinusantaranews.id\/?p=305","title":{"rendered":"Ges Akhmad Wiyagus: Perempuan adalah Fondasi Ketahanan Keluarga ASN"},"content":{"rendered":"<p>Jatinangor \u2013 Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Ges Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa perempuan memegang peran strategis sebagai fondasi ketahanan keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menyebut, pengalaman hidup dan daya tahan perempuan menjadi kekuatan utama yang mendukung stabilitas dan keberhasilan keluarga ASN.<\/p>\n<p>Dia mengatakan, setiap perempuan memiliki kekuatan yang bersumber dari pengalaman hidupnya. Apa pun latar belakangnya\u2014baik sebagai ibu rumah tangga, karyawati, maupun perempuan bekerja\u2014setiap proses yang dijalani memiliki nilai. Proses tersebut dapat menjadi modal untuk meningkatkan kapasitas, membangun ketangguhan, dan membuka peluang baru.<\/p>\n<p>\u201cPrinsip saya itu \u2018your true life is your power.\u2019 Jadi apa itu artinya? Itu artinya jadilah diri kamu sendiri ya. Hidup kamu, pengalaman kamu, keluarga kamu, background kamu itu menjadi kekuatan hidup kamu,\u201d katanya pada Seminar \u201cPeran Strategis DWP dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045\u201d di Gedung Balairung Rudini, Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (26\/11\/2025).<\/p>\n<p>Ges menambahkan, perempuan perlu memanfaatkan pengalamannya sebagai modal untuk berkembang, baik di rumah tangga maupun di dunia kerja. Ia juga mendorong perempuan untuk terus berdaya, termasuk dengan menjadi ibu rumah tangga yang terdidik sebagai bentuk kemandirian dan profesionalisme.<\/p>\n<p>\u201cDengan segala takdirnya masing-masing, walaupun ada yang rumah tangga, tapi ibu rumah tangga yang terdidik. Kalaupun dia menjadi karyawati, dia bekerja, menjadi seorang pekerja yang profesional,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Ges menambahkan, perempuan dalam keluarga ASN memiliki peran sebagai pembelajar sekaligus motor motivasi di rumah. Namun, peran tersebut tidak dapat dijalankan tanpa dukungan penuh dari pasangan. Ia menekankan dukungan suami menjadi dasar utama yang memungkinkan perempuan berkarya, bekerja, dan tetap menjalankan tanggung jawab keluarga.<\/p>\n<p>\u201cSupport system-nya dari suami. Enggak mungkin kita pulang malam, kita di luar rumah, kalau dia tidak mendukung,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Karena itu, lanjutnya, perempuan perlu memiliki ketahanan mental: bersikap tenang, tidak berlebihan memikirkan kekurangan, serta tetap melangkah meski pernah gagal. Ia mendorong perempuan untuk menjalani hidup dengan rileks, mengikuti alur takdir dengan penuh optimisme, namun tetap bersemangat untuk terus belajar sepanjang hayat. Dengan sikap seperti ini, perempuan dapat berkontribusi optimal bagi keberhasilan keluarga ASN sekaligus pertumbuhan dirinya sendiri.<\/p>\n<p>\u201cEasy going, jangan apa-apa dipikirkan. Hari besok gagal, sudah. Belum tentu hari esoknya gagal lagi. Jadi, hanya mengikuti takdir saja, Bu, tapi cita-cita juga harus tinggi. Begitu, sukses terus ya, Bu, sampai nanti belajar terus sampai kita mati,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Puspen Kemendagri<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jatinangor \u2013 Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Ges Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa perempuan memegang peran strategis sebagai fondasi ketahanan keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menyebut, pengalaman hidup dan daya tahan perempuan menjadi kekuatan utama yang mendukung stabilitas dan keberhasilan keluarga ASN. Dia mengatakan, setiap perempuan memiliki kekuatan yang bersumber dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":308,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"none","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":{"0":"post-305","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-kabupaten-sumedang-jawa-barat"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/informasinusantaranews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/305","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/informasinusantaranews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/informasinusantaranews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/informasinusantaranews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/informasinusantaranews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=305"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/informasinusantaranews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/305\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":309,"href":"https:\/\/informasinusantaranews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/305\/revisions\/309"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/informasinusantaranews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/308"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/informasinusantaranews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/informasinusantaranews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/informasinusantaranews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}